Batusangkar, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Mahmud Yunus Batusangkar sambut kedatangan mahasiswa dan Dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau. (Jumat, 01/11/24)
Kedatangan dosen dan mahasiswa UIN Syarif Kasim Riau di sambut langsung oleh Wakil Dekat III FTIK, Dr. H. Muhammad Yusuf Salam, MA dan beberapa dosen MPI lainya. Kampus I.
Wadek III FTIK Mengatakan, maksud kedatangan mereka ke UIN Mahmud Yunus Batusangkar yakni Membangun relasi dan berkolaborasi guna meningkatkan efektivitas organisasi.Kedatangan dosen dan mahasiswa UIN Syarif Kasim Riau di sambut langsung oleh Wakil Dekat III FTIK, Dr. H. Muhammad Yusuf Salam, MA dan beberapa dosen MPI lainya. Kampus I.
Wadek III FTIK Mengatakan, maksud kedatangan mereka ke UIN Mahmud Yunus Batusangkar yakni Membangun relasi dan berkolaborasi guna meningkatkan efektivitas organisasi.
Lebih lanjut iya menyampaikan, ini tak lain adalah sebagai bentuk untuk meningkatkan efektivitas masing-masing organisasi, dan acara ini juga melakukan pengabdian dan penelitian dosen mengenai Sarana dan Prasarana Pasca bencana Galodo di Sumatera Barat, Tanah Datar beberapa waktu lalu.
Ini adalah bentuk perhatian dari UIN Syarif Kasim Riau terhadap bencana alam yang di alami Kab. Tanah Datar, “ucap Wadek III.
Disamping itu, kedua HMPS tersebut juga mengadakan Forum Anisa (FORNIS) khusus mahasiswi, dalam meningkatkan tali silaturahmi kedua lembaga tersebut.
Sementara itu ketua Program Studi MPI FTIK, mengatakan kedua lembaga tersebut juga membahas Program Kerja dari masing-masing HMPS yang di bawah naungan Kementerian Agama RI.
Padang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Barat (Sumbar) gelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif bersama organisasi masyarakat. Hal ini dalam rangka pengawasan, dan demi kelancaran pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 di Sumbar.
Hadir sebagai pemateri Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Prof. Delmus Puneri Salim Ph.D. yang mengupas “Membangun Kepedulian Pemuda dan Pemudi kepada Bangsa dan Negara dengan Melakukan Pencegahan di setiap Tahapan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 di Sumatera Barat secara Partisipatif (Pemuda/i Tolak Politik Uang, Tolak Politisasi SARA dan Cerdas Bermedia Sosial)”
Prof. Bidang Politik Islam ini menegaskan, bahwa periodesasi kepemimpinan telah diatur oleh Undang-Undang (UU), oleh karenanya pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) harus berlangsung dengan prinsip bebas, jujur, dan adil.
“Pentingnya partsipasi masyarakat dalam pilkada karena partisipasi masyarakat dalam Pilkada berarti memberi mandat kuat dalam pemerintahan lokal, meningkatkan legitimasi dan mendukung kebijakan yang diambil”
Dalam paparanya Prof. Delmus mari membangun budaya masyarakat menolak praktik politik uang, sertra pencerdasan masyarakat terkait dengan praktik politik uang. Hal tersebut harus terus dilakukan karena ikhtiar sekecil apapun untuk membangun budaya-budaya baru sebagai antitesa dari budaya politik uang yang selama ini membudaya di Tengah masyarakat.
Lebih lanjut Prof. mengatakan dihadapan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (NU) Sumbar dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama Sumbar, harapan ini bisa dicegah bahkan diminimalisir atau dihilangkan.
Sehingga ke depan sistem demokrasi yang akan diwariskan kepada generasi selanjutnya adalah sistem demokrasi yang benar- benar sudah sesuai dengan pakem demokrasi yang tidak lagi melakukan praktik-praktik culas dalam demokrasi. “tegasnya.
Prinsip-prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil yang diamanahkan oleh konstitusi negara Indonesia bisa dapat dilaksanakan dengan baik melalui sistem demokrasi yang sehat. “tutup Prof. Delmus.
Juga hadir narasumber yang lain, Dr. Novia Nengsih, MA.Ek., CIFA. Yang juga KaProdi pada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar, serta Muhammad Khadafi, Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Sumbar.